Jumat, 13 Maret 2015

Fesyen Muslim Indonesia Paling Variatif

Butuh Batik? Pesan lewat BBM PIN 74A54025
DALAM beberapa tahun ke depan, Indonesia diprediksi bisa menjadi kiblat fesyen baju muslim dunia.

Potensi menjadi kiblat fesyen baju muslim terbuka lebar lantaran potensi pasar di segmen itu terus mengalami pertumbuhan dan berbagai merek busana muslim lokal terus bermunculan.

"Model-model baju muslim Indonesia dinilai lebih variatif jika dibandingkan dengan model negara lain," ujar CEO of Keke Busana, Rendy Saputra, pada peluncuran dan bedah buku Dua Kodi Kartika, di Jakarta, pekan lalu.

Bahkan melihat pertumbuhan yang ada, Rendy memprediksi perkembangan bisnis baju muslim bakal turut mengerek industri kreatif lain di dalam negeri, seperti kosmetika berlabel halal serta film dan novel bertema religius.

Karena itu, Rendy merasa saat ini belum perlu mengejar pangsa pasar di luar negeri.

"Pasar dalam negeri saja masih sangat menjanjikan, ini harus digarap serius dan maksimal sebelum direbut merek asing," kata Rendy.

Lebih jauh Rendy mengatakan industri fesyen lokal harus buru-buru memperkuat dan memperluas pasar di dalam negeri sebelum merek luar negeri membanjiri pasar di dalam negeri.

Untuk memperluas potensi pasar, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengusulkan istilah busana muslim diganti menjadi modest fashion, yang artinya busana yang sopan dan tertutup.

"Dengan nama modest fashion, nantinya konsumen nonmuslim, turis asing juga pasti berminat menggunakan produk ini," kata Arief.

Pemerintah, lanjut Arief, bakal terus mendorong merek baju muslim asal Indonesia agar bisa mendunia dan Indonesia menjadi kiblat fesyen muslim pada 2020.

Salah satu caranya dengan memfasilitasi berbagai kegiatan pameran fesyen muslim, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar